Home Nusantara PDPM Banyumas turut memberdayakan Ekonomi Umat melalui Ijabah

PDPM Banyumas turut memberdayakan Ekonomi Umat melalui Ijabah

334
0
SHARE
PDPM Banyumas turut memberdayakan Ekonomi Umat melalui Ijabah

Keterangan Gambar : Suasana Rapat khusus PDPM Banyumas di Café Kupi Angkasa Purwokerto (sumber foto : ist/pp)

Purwokerto, Banyumas | Parahyangan Post ~ Rapat khusus Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Banyumas yang digelar Selasa sore, 6 Januari 2026 hingga pukul 21.00 WIB di Café Kupi Angkasa meneguhkan satu sikap ideologis bahwa dakwah tidak cukup disuarakan, tetapi harus dikerjakan. Dari forum inilah Ijabah (Inisiasi Jelantah Berkah) ditegaskan bukan sekadar badan usaha, melainkan wujud nyata dakwah ekonomi berkemajuan.

Ijabah lahir dari kepedulian PDPM Banyumas terhadap persoalan lingkungan hidup. Minyak jelantah yang kerap dibuang sembarangan berdampak pada pencemaran dan penurunan kualitas air. Karena itu, Ijabah dimaknai sebagai gerakan berjamaah yang melibatkan masyarakat luas dalam upaya keberlanjutan lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi.

Melalui Ijabah, PDPM Banyumas menghadirkan nilai-nilai Islam dalam sistem produksi dan pengelolaan sumber daya. Limbah jelantah diolah menjadi sumber keberkahan dan kemaslahatan sebagai tanda bahwa dakwah bukan hanya dari mimbar namun harus hadir dalam kerja nyata yang terorganisasi, produktif, dan berdampak.

Program ini resmi dilaunching oleh Ketua PDM Banyumas, KH. Drs. M. Djohar AS, M.Pd., pada Jalan Sehat Akbar Warga Muhammadiyah Banyumas di kawasan Menara Pandang Purwokerto, Ahad, 23 November 2025. Peluncuran tersebut menegaskan Ijabah sebagai ikhtiar ekonomi PDPM Banyumas yang berdiri di ruang publik dan memperkuat eksistensi Café Kupi Angkasa dan BMT Cahaya Semesta sebagai unit usaha yang telah berjalan.

Ketua Bidang Ekonomi PDPM Banyumas, Arief Sitegar, menegaskan keselarasan visi ini: Ijabah bukan sekadar usaha, tetapi ruang kerja nyata dakwah yang membumi dan memberdayakan. Ia menekankan bahwa keberhasilan Ijabah membutuhkan keterlibatan seluruh komponen persyarikatan agar manfaatnya luas, berorientasi maslahat, dan memperkuat kemandirian ekonomi kader.

Sementara itu, Bendahara PDPM Banyumas, Ricky Giantoro, menekankan bahwa keberlanjutan Ijabah bertumpu pada kualitas pelayanan, kepercayaan publik, serta manajemen keuangan yang tertib dan transparan, sehingga setiap rupiah dapat dipertanggungjawabkan dan kembali manfaatnya bagi organisasi dan umat. Dengan demikian, Ijabah menjadi sarana kaderisasi ideologis sekaligus dakwah berkemajuan yang bermoral dan berkeadaban.

Ketua PDPM Banyumas, Subhan Purno Aji, S.IP., M.A., menegaskan bahwa Ijabah merupakan ruang kaderisasi ekonomi. Kader dilatih mengelola amanah, disiplin sistem, dan tanggung jawab organisasi agar kemandirian ekonomi dapat menopang dakwah dan gerakan sosial Pemuda Muhammadiyah. Dalam pengelolaannya, Ijabah menekankan penerapan SOP yang jelas, strategi pemasaran yang terukur, serta memperkuat kemitraan dengan PDM-PDA-PCM-PCA, PCPM, AMM, dan AUM yang ada di Banyumas.

Melalui Ijabah, PDPM Banyumas memilih jalan dakwah melalui kerja nyata dengan membangun ekonomi yang bermoral, berkelanjutan, dan berkeadaban. Dari jelantah yang terbuang, lahir keberkahan. Inilah dakwah berkemajuan yang membumi dan transformatif - (Tarqum Aziz-JurnalisMu Banyumas Raya/PP).