
Keterangan Gambar : Fajar Siddik (sumber foto : ist/pp)
Oleh: H. J. Faisal
Akademisi, Anggota Perkumpulan Jurnalis PJMI
Perjuangan Fajar Siddik Untuk Mendapatkan Pendidikan Yang Layak
Fajar Siddik, adalah seorang calon Doktor bidang pendidikan Islam, sekaligus sosok pendidik sederhana, namun mempunyai komitmen yang tinggi dalam memajukan pendidikan Islam di tanah kelahirannya, Sumatera Utara, khususnya di wilayah Binjai.
Beliau lahir di Paya Kasih 12 Agustus 1987, anak ketiga dari 3 bersaudara yang terlahir dari keluarga dan orangtua yang sangat sederhana, dengan profesi ayah sebagai guru sekolah dasar di Sekolah Dasar (SD) terpencil di Kabupaten Langkat.
Masa kecilnya dihabiskan di Pondok Pesantren hingga jenjang Madrasah Aliyah, kemudian melanjutkan pendidikan Sarjana muda D2 Pendidikan Agama Islam (PAI) di Fakultas Tarbiyah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara, dan lulus pada tahun 2007, kemudian melanjutkan ke jenjang S1 di fakultas yang sama, dan selesai pada tahun 2010.
Mengingat tiga bersaudara bersamaan menempuh pendidikan di perguran tinggi dengan kakak pertama dan kedua mengambil fakultas kesehatan di perguruan tinggi swasta, sehingga masa kuliah Fajar penuh dengan perjuangan, menyadari kondisi ekonomi orang tua dan dorongan kuat yang tidak ingin membebani mereka, sehingga mengharuskan bekerja ditengah kesibukan menjalankan peran sebagai mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama kuliah.
Bagi Fajar, keadaan waktu itu memang cukup berat, namun semua dijalaninya dengan ikhkas dan penuh rasa syukur kepada Allah Subhannahu Wata’ala sehingga akhirnya di tahun 2010 dapat menyelesaikan pendidikakn sarjana (Strata1)nya.
Karier profesional pertamanya dimulai dengan mengaar di Sekolah Dasar dan Madrasah, baik di sekitaran Langkat sampai daerah taluk kuantan riau, sampai akhirnya pada tahun 2011 mendirikan sebuah lembaga pendidikan Raudhatul ‘Ulum untuk masyarakat dikampung halaman dengan jenjang pendidikan RA dan MDTA.
Fajar pun akhirnya mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang pendidikan Strata 2 (Magister) di IAIN Sumatera Utara pada program studi Pendidikan Islam dan selesai tahun 2014, dan saat ini sedang proses penyelesaian program Strata 3 (Doktoral) di kampus yang sama.
Jenjang Karir di Perguruan Tinggi
Jenjang karir Fajar pada perguruan tinggi pertamanya didapatkannya ketika beliau diminta mengajar di perguruan tinggi pada tahun 2012 di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Washliyah kota Binjai sampai hari ini.
Pada tahun 2013, Fajar diminta menggantikan Almarhum Ustaz Hasan Tajir Sebagai Wakil ketua III Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT ) Al Washliyah Kota Binjai sampai awal tahun 2015.
Berlanjut di tahun yang sama, pada tahun 2015 sampai dengan 2018, Fajar kembali diminta mengelola program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini di STIT Ar Raudhah Deli Serdang, bersamaan dengan berkarir di STAIJM Tanung Pura dan STKIP Al Ma’sum Langkat sampai tahun 2019.
Pada akhir tahun 2018 Fajar kembali diangkat sebagai Wakil Ketua III (Bidang Kemahasiswaan) di STIT Al Washliyah Binjai, berlanjut pada akhir 2019 dilakukan evaluasi dan dipindahkan sebagai wakil ketua I (bidang akademik) sampai akhir tahun 2022.
Dengan berjalannya waktu, dari tahun 2021 sampai hari ini Fajar dipercaya sebagai anggota komisi Litbang Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Semenjak diberikan tugas tambahan selain sebagai dosen, berbagai kegiatan telah diikuti oleh Fajar, seperti anggota tim borang pengusulan Prodi PIAUD 2014-2015 dan PGMI 2016-2017, kemudian pada tahun 2019 sebagai ketua tim borang pengusulan 4 prodi baru yaitu prodi Manajemen Bisnis Syari’ah, Pendidikan Penyuluh Agama Islam, Tadris matematika dan tadris bahasa Inggris serta perubahan status dari Sekolah Tinggi menuju Institut Studi Islam Al Washliyah Binjai.
Namun sayangnya, pengusulan tersebut terkendala persyaratan anggaran pengelolaan program 3 studi sehingga pengajuan ditolak (tidak memenuhi syarat). Pada tahun 2021-2022, Fajar kembali mengetuai ketua penyususnan tim borang akreditasi prodi PGMI.
Kemudian untuk melanjutkan program penambahan program studi, di tahun 2022 mengusulkan kembali dua program studi baru yaitu Program Studi Pendidikan Konseling Islam dan Tadris bahasa Ingrris, namun ketika borang disetujui dan memenuhi syarat oleh tim akreditasi kopertais, dua pengusulan prodi baru tersebut tidak diteruskan oleh kepengurusan ketua STIT yang baru ketika itu, dikarenakan kelemahan kepemimpinan dan manajemen STIT Al Washliya Binjai pada waktu tersebut.
Sebagai penggagas program beasiswa 1000 sarjana STIT Al Washliyah Kota Binjai, Fajar juga membidani lahirnya program Beasiswa 1000 Sajana pada tahun 2019. Pada tahun tersebut, STIT Al Washliyah hanya memiliki tiga program studi, yaitu prodi PAI, PIAUD dan PGMI.
Fajar sangat bersyukur, karena dengan berjalannya program tersebut jumlah mahasiwa meningkat signifikan dari sebelumnnya menerima mahasiswa hanya puluhan menjadi ratusan mahasiswa.
Melihat perjalanan karier di STIT Al Washliyah kota Binjai sejak tahun 2012 hingga sekarang atau selama 14 tahun baik sebagai dosen maupun pejabat pengelola manajemen kampus, Fajar mengaku mendapatkan banyak kesempatan belajar di kampus tersebut.
Dan dari berbagai pengalaman yang ada tersebut, maka Fajar memberanikan diri untuk memimpin STIT Al Washliyah Binjai dengan tetap menuangkan ide dan gagasannya untuk mengembangkan dan mewujudkan STIT Al Washliyah Binjai menjadi Institut Studi Islam Al Washliyah Binjai yang pernah digagas di beberapa periode kepemimpinan sebelumnya.
Pandangan Fajar Siddik Terhadap Dinamika Pendidikan Tinggi Indonesia
Menurut Fajar, dalam beberapa tahun terakhir ini, telah terjadi banyak perubahan pada sistem pendidikan khususnya pendidikan tinggi, yang mana perubahan tersebut berfokus pada transformasi digital dan fleksibilitas kurikulum.
Dan hal tersebut perlu direspon dengan baik, bijak dan penuh dengan kajian sehingga perubahan tersebut dapat dilakukan dan diterima serta dilaksanakan dengan baik dan tanggung jawab.
Bagi Fajar, sebagai perguruan tinggi yang mulai berkembang, maka banyak tantangan dan problem yang harus dihadapi oleh STIT Al Washliyah Kota Binjai baik yang berasal dari internal maupun tantangan yang datangnya dari luar (eksternal).
Tantangan dan problem internal yang sedang terjadi seperti menurunnya kinerja pengampu kebijakan dan kepegawaian, tingkat kepercayaan mahasiswa, masyarakat dan alumni menurun, jumlah mahasiswa baru sebagai motor penggerak anggaran masih stagnan dan cenderung menurun, sementara beban anggaran untuk operasional dan pengembangan semakin meningkat, jumlah dosen yang melebihi rasio jumlah mahasiswa dan masih banyak problem lainnya.
Persoalan perguruan tinggi dari sisi eksternal yaitu terlalu banyak regulasi pemerintah/beban administratif yang harus ditanggung oleh lembaga, pimpinan dan dosen. Kebijakan dan sistem pendidikan tinggi yang terus mengalami perubahan serta tuntutan pasar yang terus meningkat.
Masih menurut Fajar, untuk dapat menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas sebagaimana yang dicita-citakan, maka hal pertama yang perlu diperhatikan adalah memperbaiki ekosistem pengelolaan sistem pendidikan yang menjamin terselenggaranya pendidikan berjalan, efektif, produktif, efisien, transparan dan akuntabel dan berkarakter.
Ekosistem akademik yang baik akan tercipta jika oleh tata kelola organisasi dan kelembagaan berjalan dengan baik dan digerakkan oleh kepemimpinan (leadership) yang memiliki karakter, kompetensi dan profesional serta mampu menterjemahkan visi, misi ke dalam program kerja dan kegiatan operasional yang dapat dilaksanakan dan diukur ketercapaiannya sebagai bahan evaluasi untuk peningkatan mutu yang berkelanjutan dan menjaga eksistensi lembaga itu sendiri sehingga dapat terus bertahan meskipun gelombang perubahan akibat globalisasi terus terjadi.
Visi, Misi Dan Program Kerja Fajar di STIT Al Washliyah Binjai
Bagi Fajar, visi yang relistisnya adalah menjadikan STIT Al Washliyah Binjai sebagai pusat pendidikan islam berbasis riset dan terintegrasi pada tahun 2035.
Adapun misi Fajar untuk mewujudkan visinya tersebut, antara lain:
1. Menciptakan ekosistem akademik yang kondusif dengan tata kelola perguruan tinggi yang baik dan profesional (good university governance) dibawah kepemimpinan yang kompeten dan berkarakter yang memperhatikan aspirasi dan tata nilai yang menjamin adanya keterbukaan, kejelasan dan saling pengertian.
2. Melaksanakan proses pembelajaran didorong oleh inkuiri ilmiah, eksperimen, dan publikasi jurnal. Ini menjadikan riset sebagai dasar dalam pengembangan kurikulum, metode pengajaran, dan pemecahan masalah sosial.
3. Melaksanakan inovasi Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat yang memiliki dampak dalam penyelesaian masalah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta publikasi pada media ilmiah terakreditasi dan bereputasi, sebagai dasar dari Tri Dharma perguruan tinggi Indonesia.
4. Menghasilkan dan mengembangkan serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya serta keterampilan kepada masyarakat dan pemerintah daerah serta lembaga yang membutuhkan.
5. Menyiapkan Institusi agar mampu bersaing secara nasional maupun internasional melalui kolaborasi lintas disiplin dan penerapan standar mutu gelobal.
Sedangkan untuk program kerja nyata yang akan dilakukannya, jika dia terpilih menjadi ketua STIT Al Washliyah Binjai berikutnya adalah melakukan perbaikan dan pengembangan penataan dan penguatan tata kelola kelembagaan, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), menguatkan ikatan mahasiswa, pengajar atau dosen, alumni dan orangtua mahasiswa, meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran, memperkuat kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, memperbaiki tata kelola keuangan kampus, serta meningkatkan dan memperluas kerjasama kampus dengan pihak eksternal maupun dengan dunia kerja yang ada.
Harapan Seorang Pendidik Sederhana Fajar Siddik
Visi, misi dan program kerja pada dasarnya merupakan harapan besar dan sekaligus janji saya selaku Bakal Calon ketua STIT Al Washliyah Kota Binjai Masa Jabatan 2026-2030 yang mendambakan adanya perubahan yang lebih baik sebagaimana diharapkan oleh sebagian besar dosen, karyawan dan mahasiswa. Fokus utama saya pada tahap awal jika ditakdirkan menjadi ketua adalah membenarhi tata kelola kampus agar tercipta ekosistem akademik yang kondusif dan berkarakter sehingga program-program lainnya dapat terlaksana.
Motivasi Fajar untuk maju sebagai bakal calon ketua STIT Al Washliyah Binjai bukan karena ambisi kekuasaan (ambissious of power), melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan agama, serta respon atas hasil kajian dari berbagai masalah yang terjadi, serta dorongan dari beberapa pihak yang menyuarakan lebih jauh tentang perubahan dan perbaikan, untuk iklim organisasi yang lebih baik.
Baginya, siapapun calon pemimpin, seharusnya memperhatikan eksistensi dan keberlanjutan lembaga jauh ke depan bukan hanya untuk kepentingan sesaat, karena kampus ini dibangun susah payah oleh para pendiri (founding fathers) dengan penuh perjuangan, keikhlasan dan jauh dari ambisi pribadi bahkan diantara mereka para pendiri tidak mau saling disebutkan sebagai orang yang paling berjasa (pendidikan karakter).
Menurut Fajar, bagi para pendiri kampus tersebut, eksistensi lembaga lebih penting sebagai wadah bagi pelajar/generasi muda untuk menimba ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal masa depan guna meningkatkan harkat dan martabat.
Fajar berprinsip bahwa pemimpin sebuah perguruan tinggi tidaklah sama dengan pemilihan dalam kontetasi politik praktis, karena pendidikan mempunyai tujuan mulia untuk mencerdaskan bangsa dengan ahlak dan moral, iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Seharusnya sebagai akademisi bisa memberikan contoh teladan dan mewariskan tradisi yang baik dalam setiap proses penyelenggaraan pendidikan termasuk dalam hal penentuan calon pemimpin.
Sebagai penutup, Fajar pun percaya bapak/ibu anggota Senat STIT Al Washliyah Kota Binjai, adalah orang-orang terhormat yang akan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai etika, moralitas dan memegang amanah seluruh dosen, karyawan dan mahasiswa yang diwakilinya dan tentu saja akan lebih mendengarkan suara hati, harapan dan kepentingan mereka, sesuai dengan peraturan yang berlaku. (*)

.png)




LEAVE A REPLY