
Keterangan Gambar : foto setpres
Jakarta, parahyangan-post.com- – Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah (PB Al Washliyah), Dr.KH.Masyhuril Khamis, SH,MM mengatakan, Presiden Prabowo mengajak pimpinan Ormas Islam, termasuk Al Washliyah, ulama dan pimpinan pondok pesantren untuk bersama-sama menjaga dan membangun bangsa. Walau pun di luar sana, kata dia, terjadi keadaan yang luar biasa, karena adanya perang, namun ia berharap serta mendoakan bahwa Indonesia dalam kondisi aman dan tetap waspada.
Itu disampaikan Kiai Masyhuril usai menghadiri silaturahmi ulama, tokoh Organisasi Kemasyarakatan Islam dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis malam 05 Maret 2026/15 Ramadan 1447 H.
Pertemuan yang diawali dengan acara buka puasa bersama, berlangsung dalam suasana keakraban antara pemerintah dengan ulama, membahas berbagai isu strategis, termasuk geopolitik global dan diplomasi Indonesia mendorong perdamaian di Timur Tengah.
Kiai Masyhuril kepada media ini mengemukakan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan berusaha maksimal agar perang berhenti dan perdamaian dunia tercapai. Presidern juga mengatakan akan berusaha sekuat-kuatnya melindungi bangsa Indonesia, dan turut andil menciptakan perdamaian dunia.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Masalah dan Informasi Setjen Presiden (BPMI-Setres), dalam siaran persnya mengatakan, pertemuan dan silaturrahmi ulama dengan presiden juga membicarakan andil Indonesia dalam Board of Peace (BoP). Presiden Prabowo memilih strategi struggle from within, yakni memperjuangkan kepentingan perdamaian dari dalam.
Jadi setelah selama ini berada di luar, sekarang mencoba berjuang dari dalam. Dengan tetap berkomitmen kepada tujuan awal, yaitu terciptanya dua negara yang berkoeksistensi damai, yaitu negara merdeka Palestina dan Israel.
Itu tercantum di poin 19 dan poin 20 BoP yang dengan tegas mengatakan bahwa tujuan BoP itu adalah terciptanya negara Palestina, berkoeksistensi dengan Israel.***(pp/aboe/sir)

.png)




LEAVE A REPLY